November 17, 2005

Hal Mistis Yang Ada di TV Itu Sucks !

Filed under: cerita

Acara-acara hantu dan mistis sekarang sering banget di siarin di Televisi, dan simbol agama tertentu digunain untuk tameng mereka, cuih! hal-hal mistis dan “ghaib” sekarang udah jadi komoditi dari korporat-korporat kapitalis, hahaha simbol-smbol agama yang sakral sekarang layaknya seperti hamburger yang dijual di Restoran Fast Food.

Apalagi dulu sebuah stasiun televisi yang katanya dulu portal sebuah televisi pendidikan, ya sebut ajalah Televisi Pelajar Bangsa Indonesia Aka TPBI justru sekarang malah berbalik isinya sama sekali nggak ada yang berpendidikan, dulu… dulu sekali… ketika awal stasiun televisi ini berdiri isinya tentang pendidikan melulu, tapi seiring waktu yang terus berjalan, pergeseran mulai terjadi, perubahan image stasiun itu berubah, perubahannya awal dimulai ketika acara-acara film india marak di indonesia stasiun televisi itu sering banget nyiarin film-film india, hampir setiap hari film itu nyiarin film-film india, dan ketika film-film india itu pamornya udah hilang, stasiun telvesisi itu sekarang udah hampir nggak pernah nyiarin film-film india.

Perubahan demi perubahan dialami oleh stasiun televisi TPBI, masih inget tentang trend acara reality show yang nayangin melihat hantu, seperti contohnya; “Uuuka Ukaki Merinding”(Nama Samaran), stasiun televisi TPBI bikin acara hantu yang isi dan misinya nggak jelas buat apaan??, hahaha kalau saya bilang sih jelas, jelas maksudnya disini jelas untuk nyesatin hehehe… :) dan jelas untuk bego-begoin dan jelas untuk mengeruk keuntungan dari hasil bego-begoin orang ! Tapi ketika trend berubah lagi, acara-acara seperti ini udah nggak lagi diminatin sama masyarakat, acara seperti ini sedikit demi sedikit udah mulai ilang dari televisi, dan sebagai trend pengganti sucks lainnya adalah acara yang nanyangin cerita fenomena kisah nyata tentang kehidupan sehari-hari dalam bentuk misalnya; “misteri kematian penyambung ayam” yang isinya nyeritain bagaimana tragisnya kematian dari orang penyambung ayam itu, dan “Betapa menyedihkannya kematian seorang pengambil tanah orang”, yang isinya sama seperti misteri “misteri kematian penyambung ayam”.

Dalam sinetron-sinetron nyeritain tentang ajal yang dicabut sang Penguasa, tentang bagamana mayat si penyambung ayam dan pengambil tanah orang yang mayatnya berakhir tragis seperti mayatnya susah di angkat(berat, atau nggak diterima oleh alam kubur(kuburannya sempit sehingga s imayat nggak bisa masuk ke dalam liang lahat), atau si mayat dikerumuni oleh belatung dan ular. di perparah lagi dalam sinetron ini mereka menggunakan simbol agama tertentu dalam background ceritanya, sehingga agama yang dimaksud menjadi seakan-akan dalam cerita itu agama tertentu itu hanya mengenal hal-hal mistis aja, padahal dalam ajaran agama itu nggak melulu nyeritain tentang hal “ghaib” dan mistis, dan itu juga menimbulkan persepsektif bahwa agama itu adalah agama yang sangat sempit pehamamannya.

Memang, memang baik sih maksud dan misi dari sinetron-sinetron ini, tapi terkadang jalan ceritanya itu terkadang nggak ada yang masuk akal.

Saya disini bukan ngomongin tentang stasiun televisi yang saya maksud itu, tapi disini saya cuman mau ngomong terjadi penyempitan suatu pemahaman secara nggak langsung tentang paham suatu ajaran, dan ini harus diwaspadai !

Lagian juga kayak misalnya tentang kematian seseorang, Tuhan sendiri khan bilang kalau misalnya tentang kematian seseorang hanya Tuhan sendiri khan yang tau?, dan tentang perihal tentang enaknya keadaan di surga dan nggak enaknya keadaan di neraka yang diceritain sama kitab suci, itu nggak bisa dijadiin “tolak ukur” buat bahan sinetron, apa yang di ceritain oleh kitab suci hanya menceritakan tentang gambaran-gambarannya aja tentang surga dan neraka. Tapi disini lainnya cerita, disini mereka dengan berani menggambarkan dengan visual tentang surga dan neraka, yang dengan bahasanya maksudnya ya neraka dan neraka itu seperti apa yang divisualkan, padahalkan neraka dan surga itu nggak bisa seenaknya divisualkan dengan gamblang seperti itu, perlu pemahamanan yang dalam tentang pengertian neraka dan surga.

Dan lagi apa yang di ceritain sinetron itu khan hanya pengalaman individu/personal, dan itu berarti subjektif, dan kalo subjektif berarti pemahamannya sempit.

Dan parahnya lagi itu juga akan menimbulkan perspektif bahwa agama adalah momok yang menakutkan, dan menjadikan agama sebagai alat untuk menjudge seseorang, padahal esensi dari agama adalah jalan lurus menuju keselamatan, keselamatan yang mengandung arti selamat dunia dan akhirat yang didalam agama itu terdapat sistem dan aturan yang membuat manusia hidup teratur.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dn2.blogsome.com/2005/11/17/53/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>