November 16, 2005

Awas Ada Formalin !

Filed under: cerita

Kemarin saya nonton acara TV tentang pengemasan/pembuatan ikan asin, kerang, dan pembuatan terasi yang masih memakai Formalin(Zat Pengawet Mayat) di sebuah stasiun swasta yang durasinya kalau nggak salah setengah jam, di acara itu nyeritain tentang hal-hal yang bener-bener bikin saya kaget dan muak banget !

Di acara itu nyeritain tentang kecurangan-kecurangan, hmm… apa ya saya harus nyebutnya ?, but truly apa yang mereka lakuin itu bener biadab dan nggak punya otak.

Tentang kasus pengepakan kerang aja, mereka masih menggunakan formalin itu untuk membuat kerang supaya tetap awet dan supaya terlihat segar mereka menggunakan zat pewarna pakaian pada kerang-kerang itu.

Dari pihak Dinas Kesehatan udah melakukan penelitian terhadap produk olahan yang masih menggunakan formalin itu, tapi mereka nggak bisa ngelakuin banyak untuk memberantas produsen-produsen pengolah ikan asin dan terasi.

Pihak Dinas Kesehatan sudah melakukan himbauan pada pihak produsen agar tidak lagi menggunakan formalin pada hasil olahannya, dan itu memang dilakukan…, tapi disini terjadi sebuah keironisan, disisi lain mereka tidak lagi menggunakan formalin tapi disisi lain mereka menggantikan formalin dengan zat disinfektan seperti baygon untuk meberantas hama seperti jamur, lalat, agar hama itu nggak menggangu atau menempel pada hasil olahan mereka, dan itu sama aja khan, sama-sama beracun !, shit !

Sama halnya dalam pengolahan kerang, dalam pembuatan terasi, pemakaian zat pewarna baju masih “kental” digunakan. Pemakaian zat pewarna baju yang sangat berbahaya itu bisa di liat dari tempat pengolahan terasi itu seperti pada kayu(tempat/wadah pengolahan), wadah pengolahan itu berwarna ungu pekat yang disebabkan oleh pewarna pakaian itu. Jadi bisa dibayangkan betapa membahayakan terasi itu pada tubuh kita.

Yang lebih parah lagi ternyata penggunaan formalin nggak hanya digunain dalam pengolahan ikan dan udang aja, tapi dalam penyimpan dari hasil penangkapan ikan di laut yang disimpan didalam kapal ternyata formalin digunakan pula, formalin dipakai untuk menggantikan “Es Balok” yang berfungsi supaya ikan tetap segar, penggunaan formalin dalam penyimpanan di kapal digunakan untuk menekan biaya, karena untuk menggunakan “Es Balok” diperlukan biaya yang sangat besar.

Ada banyak cara untuk mengetahui produk itu menggunakan formalin atau enggak, cara yang paling mudah adalah dengan cara motong ikan tersebut dengan tangan, bila ikan itu terasa “alot” dan di lapisan luarnya terasa kering keras dan dibagian dalamnya lembek maka ikan itu menggunakan zat formalin.

Waspada terhadap apa yang kita makan !

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dn2.blogsome.com/2005/11/16/52/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>